<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hantu - Hantu</title>
	<atom:link href="http://hantuhantu.com/category/cerita-horror/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hantuhantu.com</link>
	<description>Kumpulan Cerita Seram</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Mar 2010 08:05:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ruqyah Syar’iah Merupakan Cara Tepat Untuk Kerasukan</title>
		<link>http://hantuhantu.com/ruqyah-syar%e2%80%99iah-merupakan-cara-tepat-untuk-kerasukan-2.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/ruqyah-syar%e2%80%99iah-merupakan-cara-tepat-untuk-kerasukan-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[
Pada dasarnya dunia ini terdari dua alam, yaitu alam nyata dan tidak. Untuk memahami itu semua kita harus benar-benar tahu apa dan bagaimana itu semua terjadi. Dalam ajaran Islam, kita diwajibkan mempercayai adanya alam-alam tersebut. Begitu juga dengan kehidupan yang ada di dalamnya. Karena hal tersebut adalah ciri-ciri orang beriman.
Jika kita berbicara tentang dunia atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-568" style="margin: 2px 7px;" title="2010-02-23_171625" src="http://hantuhantu.com/wp-content/uploads/2010/02/2010-02-23_171625.jpg" alt="" width="200" height="142" /></p>
<p>Pada dasarnya dunia ini terdari dua alam, yaitu alam nyata dan tidak. Untuk memahami itu semua kita harus benar-benar tahu apa dan bagaimana itu semua terjadi. Dalam ajaran Islam, kita diwajibkan mempercayai adanya alam-alam tersebut. Begitu juga dengan kehidupan yang ada di dalamnya. Karena hal tersebut adalah ciri-ciri orang beriman.</p>
<p>Jika kita berbicara tentang dunia atau alam ghoib, kita akan mengerti bahwa disana akan ada sejumlah golongan, seperti jin, syetan, iblis, dan makhluk ghaib lainnya. Jika kita kaitkan dengan jehidupan sehari-hari, kita pasti mendengar bahwa kesurupan adalah akibat dari ganguan mankhluk ghaib. Kita tahu bahwa kesurupan adalah suatu kejadian dimana manusia pada umumnya berada diluar kendali atas pikirannya.</p>
<p>Hal ini bias terjadi karena kemungkinan mereka melihat adanya penampakan di suatu tempat yang kemudian merasuk ke dalam jiwa mereka. Kejadian ini tidak jarang merembet kepada orang yang ada disekitarnya. Misalnya, kasus kesurupan yang terjadi di SMA Negeri 6 Lampung dan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Di SMA Negeri 6 Bandar Lampung terjadi peristiwa kerusukan sekitar 20 orang siswa pada tanggal 1 Maret 2006. Kemudian berlanjut pada tanggal 2 Maret sekitar 50 orang siswa.</p>
<p>Jika telah terjadi gangguan seperti ini, maka ruqyah syari’iah adalah cara yang paling utama dilakukan dalam Islam. Ruqyah Syari’iah adalah sebuah terapi nabawi yang digunakan untuk memulihkan seseorang dari kerasukan. Hal ini dilakukan dengan cara membacakan ayat-ayat suci Al-Quran dan juga do’a-do’a yang ma’surat. Sehingga, orang yang bersangkutan akan kembali normal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/ruqyah-syar%e2%80%99iah-merupakan-cara-tepat-untuk-kerasukan-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Hantu</title>
		<link>http://hantuhantu.com/rumah-hantu.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/rumah-hantu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 09:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Berhantu

Tepat disebelah rumah saya,  adalah rumah orang tua angkat ayah saya. Rumah itu sekarang kosong tidak ada yangmenghuni lagi. Ibunya sudah meninggal dan ayah angkatnya sekarang tinggal di panti jompo.  Rumah tersebut sangat jelas terlihat dari kamar saya karena posisi kamar saya ada dilantai dua dan saya bisa melihat semua aktivitas yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Rumah Berhantu</h2>
<h2><img class="alignleft size-medium wp-image-457" style="margin: 2px 7px;" title="rumah_hantu" src="http://hantuhantu.com/wp-content/uploads/2010/01/rumah_hantu-253x300.jpg" alt="rumah_hantu" width="159" height="189" /></h2>
<p>Tepat disebelah rumah saya,  adalah rumah orang tua angkat ayah saya. Rumah itu sekarang kosong tidak ada yangmenghuni lagi. Ibunya sudah meninggal dan ayah angkatnya sekarang tinggal di panti jompo.  Rumah tersebut sangat jelas terlihat dari kamar saya karena posisi kamar saya ada dilantai dua dan saya bisa melihat semua aktivitas yg dilakukan di rumah tersebut.</p>
<p>Bahkan saya bisa mendengar  apa yang terjadi dirumah tersebut setiap malam.<br />
Rumah tersebut memang sudah lama tidak dihuni lagi, tapi rumah itu tidak seperti rumah hantu yg tidak terawat, karena ayah saya selalu rutin membersihkan dan merawatnya.  Kesan itu akan berubah total apabila menjelang malam.  Saya sering mendengar suara-suara aneh  didalam rumah tersebut, seperti  suara orang melangkah dan seperti suara orang berbisik .</p>
<p>Walaupun saya merasa tidak terjadi apa dengan rumah tersebut, tapi kadangkala saya sering ketakutan juga. Kadangkala saya juga merasa ada yang mengamati saya dari jendela rumah tersebut.  Walaupun itu cuma perasaan takut saya yang agak berlebihan.</p>
<p>Tapi entahlah, apakah rumah tersebut memang dihuni mahkluk halus atau hantu. biarkan saja menjadi misteri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/rumah-hantu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tragedi Kamar Kosong Laut Selatan</title>
		<link>http://hantuhantu.com/tragedi-kamar-kosong-laut-selatan.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/tragedi-kamar-kosong-laut-selatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 03:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Dan setelah aba-aba itu turun, disusul kemudian keempat prajurit yang membawa tameng di tangan kirinya. Sedang di pinggang  kanannya menggantung sebuah pedang. Semuanya mengenakan  pakaian ala prajurit keraton Yogyakarta. Aku yang melihatnya kemudian hampir ppingsan  kala menyaksikan  empat prajurit itu semuanya tidak berkepala. Tanpa bersuara mereka melangkahkan kakinya  menuju kamarku. Tahu hal itu aku bermaksud  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dan setelah aba-aba itu turun, disusul kemudian keempat prajurit yang membawa tameng di tangan kirinya. Sedang di pinggang  kanannya menggantung sebuah pedang. Semuanya mengenakan  pakaian ala prajurit keraton Yogyakarta. Aku yang melihatnya kemudian hampir ppingsan  kala menyaksikan  empat prajurit itu semuanya tidak berkepala. Tanpa bersuara mereka melangkahkan kakinya  menuju kamarku. Tahu hal itu aku bermaksud  segera lari menuju kamar  untuk menyeret parman  yang kemungkinan masih terlelap  dalam tidurnya.</p>
<p>Tetapi ternyata apa yang  hendak aku lakukan itu ketahuan oleh orang bersurjan yang misterius itu. Dengan serta merta dia berjalan mendekatiku. Setelah ada didepanku, tiba-tiba tangannya menepuk pundakku sebanyak tiga kali. Aneh bin ajaib, setelah mendapat tepukan itu tubuhku seketika menjadi lemas tanpa daya.  Sulit untuk digerakan. Setelah itu, mereka  dengan leluasa  masuk ke dalam kamarku. Sementara itu, diluar masih terdengar suara sayup-sayup gamelan yang masih mengumandang di tengah  kegelapan malam.</p>
<p>Beberapa menit kemudian aku hanya bisa memelototkan mata ku tanpa bisa berbuat  sesuatu  ketika keempat prajurit  yang dikawal lelaki bersurjan mengangkat  tubuh parman  dalam posisi masih  tertidur pulas. Tubuh parman lalu dimasukan ke dalam kereta  kencana yang semenjak  tadi sudah menunggu  di depan kamarku.</p>
<p>Gemerincing suara asesoris yang dikenakan ke empat ekor kuda  mewarnai keberangkatan  kereta tersebut ke tengah laut yang masih kelam. Dan, bersaman dengan kepergiaan  kereta yang  telah  membawa tubuh parman ,suara gemerincing dan gamelan suaranya semakin  redup dan akhirnya tidak terdengar lagi.</p>
<p>Anehnya setelah kejadian itu aku yang  tadinya  tidak mampu  bergerak  sama sekali, kini kembali bisa bergerak  seperti semula. Entah mengapa hal itu bisa terjadi  secara aneh. Segera  setelah tubuhku normal kembali dengan cepat kutengok kamarku. Betapa  terkejutnya aku ketika  di kamar itu  tubuh parman  yang tadinya  masih tergeletak tidur  sudah  tidak ada lagi. Kamar  dalam keadaan  kosong. Aku menjadi panic seketika.</p>
<p>Tak lama kemudian hampir semua penghuni hotel  udang biru mencium peristiwa  misteri itu. Sebagian orang yang  sering mengunjungi hotel tersebut  sudah menduga  bahwa sesuatu yang tidak diinginkan  akan segera terjadi.<br />
Keesokan harinya  ketika sedang  berada dikantor  polsek setempat untuk  melaporkan kejadian  yang kami alami, seorang turis  asing yang tengah  santai dipinggir pantai  berlari-lari memberitahukan  ada mayat  yang tedampar dipinggir pantai. Seketika itu juga  aku menduga  bahwa mayat itu  pasti mayat  temanku si parman.</p>
<p>Orang-orang yang ikut mendengarkan , juga berpendapat sama.Dan, setelah berada di TKP , pandangan ku langsung  tertuju  kepada tubuh  parman  yang sudah  terbaring  di tepi  pantai. Beberapa orang  tengah mengerumuninya. Disitu tampak juga surya , yang ternyata adalah seorang paranormal. Setelah  kuceritakan awal mula pertemuan kami dengan orang  bersurjan  yang sebenarnya  orang halus itu hingga  pada akhirnya  kami terjerumus  ke kamar kosong itu, lelaki paranormal  itu hanya  geleng-geleng kepala seperti  menyesali  apa yang telah terjadi.</p>
<p>Mendung duka menyelimuti hatiku. Bahkan tak terasa mataku pun menitikkan air mata  karena kehilangan seorang sahabat. Sementara langit menunjukan  suasana yang sangta  bersahabat terpadu  dengan angin yang sepoi-sepoi basah. Namun , sebenarnya  suasana yang romantic itu tidak sesuai  dengan kenyataannya. Berbanding terbalik dengan suasana misteri yang telah membawa korban jiwa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/tragedi-kamar-kosong-laut-selatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kereta Laut Selatan 2</title>
		<link>http://hantuhantu.com/kereta-laut-selatan-2.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/kereta-laut-selatan-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 03:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Aku kemudian memilih  duduk-duduk di beranda  sambil mempermainkan  asap rokok.
“belum tidur , mas?” Tanya salah seorang penghuni hotel  yang kamarnya bersebelahan  dengan kamar kami. Aku hanya menggelengkan kepala  sambil  tersenyum. Lalu bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menghampirinya. Setelah berkenalan, kamipun  kemudian terlibat dalam pembicaraan yang hangat.
Namanya surya dari kota madiun.
“ Mas budiman kok berani  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku kemudian memilih  duduk-duduk di beranda  sambil mempermainkan  asap rokok.<br />
“belum tidur , mas?” Tanya salah seorang penghuni hotel  yang kamarnya bersebelahan  dengan kamar kami. Aku hanya menggelengkan kepala  sambil  tersenyum. Lalu bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menghampirinya. Setelah berkenalan, kamipun  kemudian terlibat dalam pembicaraan yang hangat.</p>
<p>Namanya surya dari kota madiun.<br />
“ Mas budiman kok berani  bermalam di kamar itu ?” katanya sambil menunjuk kamarku. Aku terkejut dengan pertanyaannya.<br />
“lho memangnya ada apa dengan kamarku itu ?” tanyaku  sembari kutatap tajam-tajam matanya.<br />
“katanya kamar  yang mas budiman  tempati itu tempatnya raja jin  yang memang  secara khusus diperuntukan  untuk menjaga keamanan hotel ini. Kamar itu  katanya juga dihuni oleh seseorang , tentunya orang halus.” Surya bercerita panjang lebar mengenai kamar itu dengan serius.</p>
<p>Dia seperti tidak sedang bercanda atau sengaja menakut-nakutiku.Mendengar  apa yang dikatakan surya mengenai kamar yang kusewa  itu seketika bulu kudukku menjadi merinding. Tapi tetap  kucoba kegelisahanku itu tidak  kutunjukannya. Sekitar pukul sebelas malam, surya meminta diri. Aku juga  segera menuju kamar yang ku tempati sembari bertekad mengajak  parman malam itu juga untuk hengkang dari situ.</p>
<p>Namun ketika beberapa langkah hendak memasuki kamarku, tiba-tiba kudengar suara gamelan yang sayup-sayup di tengah-tengah deburan ombak. Suara itu semakin mendekat…semakin mendekat… dan semakin mendekat. Hingga terasa jelas sekali di telingaku.<br />
Bersamaan itu pula terdengar suara gemerincing kereta kuda. Disusul kemudian penampakan kereta kencana yang ditarik empat ekor kuida yang semuanya berwarna putih mulus. Keempat ekor kuda  yang bertubuh kokoh itu  semuanya berkalung  asesoris yang gemerlapan karena lampu TL yang ada disitu. Tak lama kemudian  dari kereta itu  keluarlah lelaki bersurjan  yang tadi sore sempat mengantarku ke hotel ini.</p>
<p>Setelah turun dari kereta, dia lalu jongkok . kemudian menyembah kearah kereta. Seolah  di dalamnya ada seseorang  yang sangat di hormatinya. Dari dalam kereta  kemudian ada seseorang  yang memberikan aba-aba dengan hanya mengibaskan  tangannya. Melihat bentuk  tangannya yang mulus dan halus bisa di tebak kalau tangan itu adalah tangan seorang wanita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/kereta-laut-selatan-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Rumah Baru2</title>
		<link>http://hantuhantu.com/misteri-rumah-baru2.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/misteri-rumah-baru2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 09:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Saat hari menjelang subuh, tiba-tibas aku terbangun. Di telingaku sayup-sayup terdengar  suara wanita yang sedang menangis  pilu. Semula aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku mengira itu suara orang yang sedang mengaji di masjid.
Namun aku  abru ingat bahwa tempat tinggalku jauh dari masjid, padahal suara itu terdengar sangat dekat seperti di sebelah rumah. Bahkan lama-kelamaan juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat hari menjelang subuh, tiba-tibas aku terbangun. Di telingaku sayup-sayup terdengar  suara wanita yang sedang menangis  pilu. Semula aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku mengira itu suara orang yang sedang mengaji di masjid.</p>
<p>Namun aku  abru ingat bahwa tempat tinggalku jauh dari masjid, padahal suara itu terdengar sangat dekat seperti di sebelah rumah. Bahkan lama-kelamaan juga terdengar semakin keras.</p>
<p>Keesokan paginya aku ceritakan hal itu pada keluargaku. Karena itulah kemudian pada malam harinya aku tidur ditemani kakak lai-lakiku. Dan begitu malam telah larut, suara itu pun mulai  terdengar lagi. Karena penasaran aku,kakak serta adikku keluar untuk melihat suara  apa yang terdengar dari dalam kamarku itu.</p>
<p>Ternyata di luar rumah kami tidak menemukan  apa-apa. Yang ada hanya rimbunan pohon bamboo yang terlihat sangat menyeramkan.<br />
Kamipun kembali masuk kedalam rumah sambil memendam rasa penasaran. Bahkan suara orang menangis  yang terdengar  seperti orang yang mengaji juga terdengar  manakala menjelang waktu subuh.</p>
<p>Padahal waktu kami cek keluar  juga tidak ada apa-apa. Demikian pula  saat kami mengecek  di masjid terdekat. Pada saat itu kami tidak menemukan  ada orang yang sedang mengaji di sana .</p>
<p>Rasa penasaran terus menyelimuti hati kami, karena suara tiu seringkali muncul meski tidak setiap hari. Kami masih bingung suara apa yang kami dengar itu. Tapi dari beberapa cerita penduduk di desa itu, kebanyakan meraka mengatakan  kalau rumah  yang kami tempati itu sangat angker. Sejak dulu tidak ada orang yang berani menempatinya.</p>
<p>Karena itulah ibuku senantiasa menyuruhku  untuk berdoa agar tuhan  selalu melindungi kami.  Tapi beberapa waktu kemudian  akhirnya  kami pindah  juga dan kembali ke rumah kami semula.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/misteri-rumah-baru2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Rumah Baru 1</title>
		<link>http://hantuhantu.com/misteri-rumah-baru-1.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/misteri-rumah-baru-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 09:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[MISTERI RUMAH BARUKU
Peristiwa ini terjadi saat aku dan seluruh keluargaku pindah rumah . rumah yang kami tempati itu terletak jauh dari keramaian, tepatnya di sebuah perkampungan  yang sepi.
Tepat disebelah kiri dan kanan rumah itu terdapat sebuah kebun kecil yang ditumbuhi pepohonan yang cukup lebat. Terus terang kondisi rumah itu sangat jauh berbeda dengan rumah kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MISTERI RUMAH BARUKU</p>
<p>Peristiwa ini terjadi saat aku dan seluruh keluargaku pindah rumah . rumah yang kami tempati itu terletak jauh dari keramaian, tepatnya di sebuah perkampungan  yang sepi.</p>
<p>Tepat disebelah kiri dan kanan rumah itu terdapat sebuah kebun kecil yang ditumbuhi pepohonan yang cukup lebat. Terus terang kondisi rumah itu sangat jauh berbeda dengan rumah kami sebelumnya. Tapi karena sesuatu hal kami terpaksa harus pindah kesana.</p>
<p>Dirumah itu, kamarku sendiri cukup besar. Didalamnya ada telepon pribadi serta tempat tidur baru. Letak kamarku sendiri bersebelahan dengan rumpun pohon bamboo besar yang tumbuh diluar. Bila dilihat dari jauh pohon itu seolah menanungi bagian kamarku dengan ranting dan daunnya yang lebat. Di kamar itu aku tidur sendirian.</p>
<p>Sebenarnya aku merasa cukup beruntung dengan adanya telepon pribadi di dalam kamarku. Karena dengan begitu aku bisa bebas menelepon maupun menerima telepon dari pacarku yang ada di  kota. Memang hampir setiap malam kami saling menelepon . kami selalu memanfaatkan waktu tengah malam untuk menghemat pulsa.</p>
<p>Demikian juga halnya dengan saat itu. Jam di dinding telah menunjukan pada angka satu. Aku dan pacarku masih asyik ngobrol lewat telepon. Tapi tidak seperti biasannya, saat itu hatiku merasa gelisah sekali , aku merasa seperti ada yang mengawasi diriku  dari luar kaca jendela. Kebetulan kacca jendela kamarku langsung berhubungan dengan keberadaan bamboo besar diluar.</p>
<p>Karena takut ada apa-apa, aku akhiri saja pembicaraan dengan pacarku. Hatiku semakin tidak tenang manakala terdengar suara berisik dari arah luar kamarku . suara itu seperti suara nafas orang  yang terengah-engah karena kelelahan. Aku memberanikan diri  untuk  melihat keluar. Tapi anehnya setelah aku liat ternyata tidak ada apa-apa.</p>
<p>Lalu kututup  lagi tirai jendela itu. Anehnya begitu kututup suara itu kembali terdengar lebih keras. Hal ini jelas membuat aku  semakin takut. Dalam ketakutan itu, aku berusaha untuk membaca–baca doa. Berbagai macam doa aku baca saat itu hingga aku kelelahan dan akhirnya tanpa sadar tertidur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/misteri-rumah-baru-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamar Kosong Laut Selatan 1</title>
		<link>http://hantuhantu.com/kamar-kosong-laut-selatan.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/kamar-kosong-laut-selatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 03:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Riak angin laut pantai selatan  sangat bersahabat ktika aku dan parman ada di tempat itu. Tempat wisata yang  belum  begitu dikenal itu merupakan  temapt yang tenang dan rasanya  prospektif untuk dikembangkan sebagai  derah wisata .  parman-duduk di sebuah bangku  sederhana  di tepi pantai  bersamaku. Tugasku bersama dia untuk meneliti  biota pantai laut  tinggal beberapa hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Riak angin laut pantai selatan  sangat bersahabat ktika aku dan parman ada di tempat itu. Tempat wisata yang  belum  begitu dikenal itu merupakan  temapt yang tenang dan rasanya  prospektif untuk dikembangkan sebagai  derah wisata .  parman-duduk di sebuah bangku  sederhana  di tepi pantai  bersamaku. Tugasku bersama dia untuk meneliti  biota pantai laut  tinggal beberapa hari lagi. Entah terdorong oleh apa, tiba-tiba saja parman yang asal Kalimantan itu meminta  bermalam di situ. Katanya dia sangat interest dengan suasana yang ada di situ.</p>
<p>“kulihat bapak-bapak berdua ini datang dari jauh ya ? dan, baru pertama kali datang ke sini ?” ujar seorang lelaki setengah baya yang mengenakan  pakaian khas jawa lengkap dengan  blangkon dan kerisnya. Kami seperti tak menyadari kedatangan  laki-laki itu. Tiba-tiba saja dia seperti sudah berada di dekat kami berdua.</p>
<p>Aku dan parman saling mengangguk. Dia kemudian menawarkan kepada kami untuk menginap di sebuah hotel  bernama hotel  udang biru. Anehnya, parman langsung saja menyetujuinya. Demikian juga denganku, aku seperti terkena hipnotis dan tidak dapat mengelak dengan apa yang  menjadi keinginan parman.</p>
<p>Maka, saat itu juga  aku dan parman mengikuti langkah orang itu menuju hotel yang tidak jauh dari tempat kami berdiri. Begitu memasuki  hotel, kulihat  ada  beberapa orang  yang sedang bersenda gurau sambil  duduk-duduk santai di lobi hotel. Namun dari beberapa orang  yang ada disitu, anehnya tidak ada satupun yang memeprhatikan langkah kami. Kedatangan kami seolah tidak di anggap, meski Cuma melihat barang sepintas  saja.</p>
<p>“ini kamarnya , pak” katanya sambil mengeluarkan  sebuah kunci dari kantong  baju surjannya. Aku dan parman lalu memasuki  kamar itu. Beberapa orang yang ada di sekitar  situ melihatku dengan heran. Aku sendiri tidak tahu  mengapa mereka melihatku  dengan heran. Aku sendiri tidak  tahu mengapa mereka melihatku  dan parman seperti itu. Seolah ada yang aneh pada diri kami. Sementara orang bersujan  tersebut membantu kami membawakan masuk barang-barang bawaan kami ke dalam kamar.</p>
<p>Begitu masuk ke dalam kamar, aku dan parman langsung mencium bau kemenyan yang berbaur dengan kembang kenanga yang biasa digunakan  orang untuk menabur kembang  di atas makam. Aku melayangkan pandangan ke  sekeliling kamar yang di cat dengan nuansa  hijau. Aku sangat penasaran dengan bau-bau tersebut. Demikian pula dengan parman yang hidungnya cengar – cengir  mencium bau tersebut.</p>
<p>Dengan penasaran aku lalu mencoba melongok ke bawah tempat tidur sambil menyingkap spreinya. Tapi tidak ada tempat untuk  pembakaran  dupa  atau kembang secuil pun yang ada dikolong   itu. Orang tua bersurjan  hanya diam  saja melihat tindakanku dan parman yang demikian. Dia tidak menjelaskan dari mana datangnya bau-bauan yang menyengat itu. Bahkan, tak lama kemudian dia langsung ngeloyor pergi.</p>
<p>Malam pun tiba. Hotel di tempat wisata itu tiba-tiba menimbulkan galau di hatiku. Dan ternyata parman juga mengalami hal yang serupa. Malahan, meski malam belum larut, kami malah diserang rasa kantuk yang teramat sangat. Rasa kantuk yang jarang aku alami karena aku terbiasa  tidur larut malam. Kupersilahkan parman yang tersiksa oleh kantuk  untuk tidur duluan. Mendengar usulku, parman rupanya sudah tidak lagi memeperdulikan  lagi bebauan yang mengundang mistik itu. Ia langsung saja merebahkan  diri dan memejamkan matanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/kamar-kosong-laut-selatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemping di Gunung</title>
		<link>http://hantuhantu.com/kemping-di-gunung.html</link>
		<comments>http://hantuhantu.com/kemping-di-gunung.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 04:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>demit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Horror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hantuhantu.com/2008/01/30/kemping-di-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[Liburan sekolah telah datang, saat yang dinanti telah tiba.
Ada acara yang rutin kami lakukan untuk mengisi hari-hari libur kami.
Untuk acara liburan kali ini aku dan teman-teman telah berencana untuk pergi kemping ke gunung gede di jawa barat.
Berangkat dari  jakarta hari kamis pagi bersama 6 orang temanku, naik bus dari lebak bulus menuju lokasi perkemahan.
Singkat cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan sekolah telah datang, saat yang dinanti telah tiba.</p>
<p>Ada acara yang rutin kami lakukan untuk mengisi hari-hari libur kami.</p>
<p>Untuk acara liburan kali ini aku dan teman-teman telah berencana untuk pergi kemping ke gunung gede di jawa barat.</p>
<p>Berangkat dari  jakarta hari kamis pagi bersama 6 orang temanku, naik bus dari lebak bulus menuju lokasi perkemahan.</p>
<p>Singkat cerita sesampainya disana kami kemudian mencari lokasi yang enak dan tenang. Setelah berjalan mendaki selama 2jam kami temukan lokasi yang cocok, tepat dipinggir sungai dengan air yang jernih dan segar.</p>
<p>Tenda telah berdiri, hari pun sudah menjelang malam. Kami berencana membuat api unggun untuk memasak dan menghangatkan badan, kayu bakar telah siap. Apes korek api habis, mau ngga mau musti cari korek buat nyalain api.. untungnya tak jauh dari tempat kami mendirikan tenda kami melihat ada anggota lain yang sudah menyalakan api unggun.</p>
<p>Akupun pergi kesana berniat untuk meminjan korek api. Korek api kupinjam dari seorang perempuan disana yang sedang memasak. Namun sayang wajahnya kurang jelas kulihat, karena gelapnya malam di hutan, hanya diterangi oleh setitik api unggun yang mengepulkan asap.</p>
<p>Pagi harinya aku kembali kesana untuk mengembalikan korek api yang kupinjam semalam, namun apa yang terjadi.. ternyata tempat yang kudatangi semalam adalah sebuah makam tua..</p>
<p>Tidak ada bekas api unggun ataupun bekas orang mendirikan tenda disana..</p>
<p>Kontan saja bulu kuduk ku langsung berdiri. Tanpa basa-basi aku langsung lari kembali ketempat perkemahanku dan menceritakan kejadian itu pada teman-temanku.</p>
<p>Tanpa disadari korek api yang kupinjam dari sana masih kupegang erat, namun korek itu sungguh aneh. Terbuat dari logam kuning keemasan.</p>
<p>Untuk mencari tau apa yang terjadi kami mendatangi seorang kuncen penjaga perkemahan dibawah. Dia menceritakan bahwa memang ada sosok wanita penjaga diatas sana. Sosok wanita tersebut tidak punya niat jahat, justru dia memberikan korek api tersebut untuk saya agar terhindar dari mala petaka.</p>
<p>Aku sungguh sangat bersukur, namun aku rasa aku belum dapat menerima pemberian &#8220;wanita&#8221; tersebut dan kutitipkan pusaka &#8220;korek api&#8221; kepada sang kuncen penunggu perkemahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hantuhantu.com/kemping-di-gunung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
